Sabtu, 22 September 2012

Perencanaan Usaha Perkebunan Sawit



Perencanaan Usaha Perkebunan Sawit

Sebelum dilaksanakannya usaha perkebunan, sangat diharuskan membuat suatu perencanaan yang matang terlebih dahulu, mengingat modal yang akan dikelola sangat besar, serta merupakan investasi jangka panjang ( lebih dari 5 tahun).
Beberapa hal yang perlu direncanakan dan dipastikan dari pemilik modal, sbb:
  1. Nilai Investasi (modal) yang akan digunakan,
  2. Luasan Areal yang akan dikelola menjadi kebun kelapa sawit.
  3. Ketersediaan pabrik pengolahan kelapa sawit (untuk yang tidak berencana mendirikan pabrik), karena kita menanam untuk dijual buahnya.
  4. Sumber tenaga kerja sebagai pelaksana di lapangan
  5. Lokasi tempat mendirikan kebun sawit
  6. Dan yang paling penting, keabsahan kepemilikan tanah yang akan kita tanami.
Setelah perencanaan diatas selesai, untuk teknis pelaksanaan pembangunan kebun, juga diperlukan rencana-rencana berikut :
  1. Lokasi Kantor (untuk perusahaan skala menengah dan besar)
  2. Lokasi Pembibitan (harus mendukung dari sisi sumber daya alamnya)
  3. Lokasi Akses Jalan Utama
  4. Lokasi PKS
  5. Penentuan Populasi pokok per ha, berdasarkan kelas tanah dan tingkat kesuburan areal.
  6. Jenis bibit yang akan ditanam.
  7. Penentuan waktu memulai investasi, melaksanakan pembibitan, dan melakukan penanaman di lapangan.
Jenis Bibit
Jenis bibitan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh oleh petani/perusahaan itu sendiri, dan bila menggunakan bibit unggul, maka hasil yang akan diperoleh bila perawatannya memadai maka akan sangat unggul pula.
Beberapa Jenis Bibit Unggul yang beredar di Indonesia :
  1. Bibit Topaz, diproduksi oleh Asian Agri
  2. Bibit Socfindo
  3. Bibit Marihat / PPKS
  4. Bibit Costarica
  5. Bibit dari Lonsum Medan
  6. Bibit Dami Mas
  7. dll
Sementara beberapa petani yang pernah kami temui, juga berani menggunakan bibit olahan sendiri, dimana hasil yang akan diperoleh juga untung-untungan, dan pastinya tidak dapat mengimbangi hasil menggunakan bibit unggul tersebut. Khusus mengenai jenis bibit ini, saya akan ulas pada postingan khusus lagi yang akan datang.
Note : Hati-hati dengan bibit palsu, karena sangat banyak beredar dimasyarakat, mengingat harga bibit aslinya sangat mahal dan susah untuk didapatkannya, karena bibit palsu mayoritas jenisnya dura, sementara yang baik untuk kebun adalah jenis tenera.
Kerapatan Tanam
A. Untuk Areal Datar
Kerapatan tanaman (pkk/ha)
Jarak tanam antar pohon (segitga sama sisi)
Jarak Tegak lurus antar baris
128
9,5 Meter
8,23 Meter
130
9,4 Meter
8,14 Meter
136
9,2 Meter
7,97 Meter
148
8,8 Meter
7,62 Meter
160
8,5 Meter
7,36 Meter
B. Untuk Areal Berbukit
Pada penanaman areal berbukit, jarak tanam antara pohon dalam kontur ditentukan berdasarkan jarak antara kontur diatas dan dibawahnya. Jarak Tanam diatur sedemikian rupa sehingga dicapai tingakat kerapatan tanaman yang diinginkan dan cocok dengan iklim sekarang.
Kebutuhan Kecambah
kerapatan tanaman per ha
kebutuhan kecambah per ha
128 - 130
205
136
215
148
235
160
250
Permintaan Kecambah Kelapa Sawit harus disesuaikan dengan kerapatan tanaman, estimasi afkirsebanyak 30% dan ditambah kebutuhan bibit untuk penyisipan minimal sebanyak 10 %dari total kebutuhan bibit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar